Minggu, 26 Agustus 2012

Tau besok sudah mulai sekolah itu rasanya........

Malem ini, malem terakhir menikmati liburan setelah libur panjang hari raya idul fitri.
gatau kenapa yang ada dalam otak saya itu cuman satu *MALAS* -___-
maklum lah yaa pelajar, siapa cobak yang ga sependapat ? iyaa kann
tugas numpuk gila, dan belum satu pun tersentuh oleh tangan mungil ini, wahahaha =)))
Tau besok sudah mulai sekolah itu rasanya semacam SHOCKING !!!
bener kan , bener kan ? bener dong yaa -_- :))
Dan, pertanyaan yang paling banyak ditanyain pelajar di malam libur terakhir itu pasti, "Besok kira2 pulangnya cepet ga yaaa ?" nah lohh kan -__- .
itu aja sudah sedikit potret penderitaannya seorang pelajar, belum lagi yang lain2 hhuuaaahhh!!!
Terus kalo sudah kayak gini, gimana dong ? masak mau bolos sekolah, keluar jam pelajaran seenaknnya, atau tidur didalam kelas pas guru lagi nerangin ?? wahhahaha =))) Jangan sampek !
Bolos atau pun keluar jam pelajaran itu pasti kena BK, tapi kalo yang tidur dalem kelas sih masih bisa lah yaa,, hahahahah =)) tapi usahakan jangan sampek juga hehe
Mau ngeberontak juga kurang kerjaan banget kan, dikira cari sensasi entar,, haha
Sebenernya, kita ga perlu sih ngelakuin itu semua, ya mau ga mau emang tugas dan kewajiban pelajar itu yaa kayak gitu !
Sabarr teman, besok2 kalo sudah lulus sma juga pasti free, tapi itu buat yang ga ngelanjutin kuliah.
tapi kalo yang ngelanjutin kejenjang kuliah, yaa makin sabar sabar ajaa wkwkwkwk =)))

Sabtu, 25 Agustus 2012

Jenius Saja Itu Tidak Cukup

Apa hal pertama yang kalian pikirin setelah kalian baca judul post diatas ???
bingung, ngerasa ga nyambung, kedengerannya aneh atau gimana ?
okelah kalo gitu, kita mulai ceritanya sekarang.

Mungkin kalian belum terlalu familiar pada nama Billy Sidis, lengkapnya William James Sidis. Dia adalah anak Prof Dr Boris Sidis, orang Yahudi yang sangat mengagumi William James, seorang ahli psikologi.

Secara intelektual, Billy Sidis luar biasa cerdas. IQ-nya 200, jauh di atas Albert Einstein. Sidis di usia 1 tahun 6 bulan sudah bisa membaca New York Times. Usia 5 tahun sudah mampu menulis karya ilmiah tentang anatomi dan astronomi. Usia 8 tahun menguasai 8 bahasa.
Kemampuan Sidis dalam berbahasa pun amatlah dahsyat. Bayangkan saja, ia bisa mempelajari bahasa baru hanya dalam satu hari hingga total sekitar 200 bahasa di dunia dikuasainya!

 Ketika umur 11 tahun, Sidis kuliah di Havard University, universitas terkemuka di dunia yang terkenal dengan orang-orang cerdasnya. Itupun dia masuk di kelas mahasiswa berbakat. Pada usia 14 tahun, Sidis telah memberi kuliah di universitas yang sama. Ia lulus sebagai sarjana matematika di usia 16 tahun dengan predikat Cumlaude.

 Pertanyaannya kemudian adalah, apa yang diperoleh dari kejeniusannya? Ternyata, jenius dan “sempurna” yang dimiliki Sidis tidak memberikan manfaat apapun. Memang, ia mampu berpikir rumit dan memecahlan aneka masalah akademis, jauh melampaui anak-anak seusianya dan bahkan lebih unggul dibandingkan orang-orang dewasa. Tapi perkembangan sosial, emosional dan komunikasinya tidak sejalan dengan kemampuan kognitifnya. Kemampuan intelektual luar biasa yang ia miliki tidak mampu menolongnya untuk bisa berperilaku lebih matang dan dewasa sesuai usianya.

Dan apa yang terjadi? Sidis memilih untuk menarik diri dari semua dinamika dunia akademis, dan ia bekerja sebagai TUKANG CUCI PIRING sampai akhir hayatnya! Ia tidak mempunyai istri, dan tak pula pernah diberitakan memiliki seorang pacar.

Konon sosok Sidis ini adalah “kelinci percobaan” sang ayah, Boris Sidis. Ia menjadi objek eksperimen Boris. Boris menerapkan sistem pendidikan model baru kepada anaknya, demi menyanggah sistem pendidikan konvensional yang dianggap sebagai biang keladi kejahatan. Sayangnya mental Sidis tidak tahan atas perlakuan lingkungan terhadapnya dan ia pun merasa lelah mbelajrenjadi proyeksi dari ambisi sang ayah.

Ternyata, menjadi jenius saja tidak cukup untuk membuat seseorang bertahan hidup. Masa kecil harus dilalui dengan semestinya. Jangan sampai kita mengurangi hak anak kita untuk bermain, dan terobsesi menjadikannya anak pintar yang terus-terusan menekuni buku dan les dari pagi hingga petang.

Dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda, “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi,” (HR. Muslim).


*nb : semoga setelah membaca post diatas, kita lebih bisa berfikir dengan logis dan bisa menciptakan pribadi diri yang lebih baik pula :)

Kamis, 09 Agustus 2012

Puisi "IBU"

I B U

Ibu engkau adalah wanita yang telah melahirkanku didunia ini dengan susah payah
Engkaulah yang telah mengajari ku segalanya
Membesarkanku dengan segala upaya
Yang berharap aku kan menjadi orang yang berguna
Engkau yang membimbing ku ke jalan yang benar
Untuk hidup ku dimasa yang akan datang
Ketika aku menangis dalam takut
Engkaulah yang menenangkanku
Dan ketika aku jatuh sakit
Engkaulah yang selalu berada disamping ku
Oh ibu, dalam buaian kasih mu aku tumbuh
Bersamamu ku lalui hari-hari ku
Tiap detik ku habiskan bersama mu
Engkau yang menegur ku ketika aku salah
Engkau yang mengingatkan ku ketika aku lupa
Engkau yang menghibur ku ketika aku sedih
Dan engkau lah yang menyembuhkan ku ketika aku terluka
Ibu, pernah ku pandang wajahmu ketika engkau terlelap
Terpancar sinar yang penuh dengan keikhlasan
Terpancar sinar yang penuh dengan kesabaran
Terpancar sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Dan terpancar pula sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkan mu
Aku yang selalu menyusahkan mu
Dan aku yang selalu menyakiti mu hingga muncul tangis mu
Ibu, kini aku mulai beranjak dewasa
Kau telah jatuh bangun membesarkan ku
Tiada kata lelah dan benci terucap dari bibir mu
Ibu, jasa mu tiada terbalas
Jasa mu tiada akhir
Dan jasa mu terlukis indah didalam surga
Ibu, hanya doa yang bisa ku persembahkan untuk mu
Terimakasih ibu, engkaulah segalanya bagi ku
Tanpa mu aku bagaikan burung yang tak bersayap
Kasih dan sayang mu takkan terbalas sepanjang masa
Oh ibu.. semoga kelak kulihat senyum bahagia di wajah mu .


salam, tya :)